Cerita Inspirasi

Nama : M. Fithrotuddin

NRP : G64100058

Laskar 16

Cerita Inspirasi 1

PERPISAHAN

Sebuah kata yang sangat dibenci oleh orang-orang.

Sebuah kata yang ingin sekali untuk menghindarinya.

Ini kisahku sendiri, bukan kamu, dia, ataupun mereka…

Tepat tiga tahun yang lalu aku merasakan kebimbangan hebat dalam diriku.

Tetap tinggal atau pergi

Sebuah pilihan yang sangat sulit. Seseorang yang aku sebut “guru” memberikan kata-kata yang sangat berarti dalam hidupku.

Jika kau ingin sukses, kau harus bisa memperjuangkan itu, walaupun jauh dari keluarga, sahabat, dan orang-orang yang telah menyayangimu selama ini”.

Perpisahan adalah alami. Meninggalkan dan ditinggalkan selalu menjadi bagian hidup dari anak manusia. Sebab, kelak setiap orang pasti akan meninggalkanmu atau justru kamu yang akan meninggalkan mereka.

Aku terfokus untuk pergi, pergi melihat dan menapak dibelahan bumi yang lain. Memasuki kehidupan yang sama sekali tak kukenal.Apakah aku bisa bertahan disana? Apakah aku akan betah dengan segala yang ada? Lalu apakah aku akan merasa nyaman?

Ahh…pertanyaan-pertanyaan itu selalu saja terngiang dibenakku, berputar-putar diotakku, dan selalu menggangguku setiap kali aku akan mengambil sebuah keputusan.

Bukankah seekor anak burung harus berani jatuh dari sarangnya yang tinggi untuk bisa terbang?

Awal yang buruk untuk menggapai kesuksesan dan melatih keberanian.

Seekor anak burung yang kini sudah menjadi burung dewasa, telah banyak terbang ditempat-tempat yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. Melihat betapa besar keagungan-Nya dan begitu banyak nikmat-Nya.

Aku ingin seperti anak burung itu. Setelah aku jalani sekarang. Dunia telah mengubah hidupku. Waktu telah menjawab tabiatku selama ini.

Begitu banyak pendapat yang positif dan negatif tentang aku yang aku dengar.

Semua orang bahagia dan tentu saja akan merasa senang apabila dikatakan yang positif,begitu pula aku…

Sedangkan yang negatif itu, ingin rasanya aku marah mendengarnya. Apakah aku begitu jelek dihadapan mereka?

Bodoh sekali aku yang hanya memikirkan itu dan tak pernah bangkit. Itu penilaian mereka, itu pendapat mereka tentang aku, dan itu hak mereka. Mereka sama sekali tak salah, justru mereka membuatku untuk bangkit menjadi lebih baik lagi. Mereka sudah bisa memberikan penilaian tentang diriku, bukankah itu artinya mereka telah mengenalku, mengerti tabiatku, dan bisa memahami aku? Aku bersyukur tentang itu…

Selalu ingatlah tentang tiga tangga emas pembersih batin

I do good, I intend good, I am good”.

Bertindak yang baik, berniat baik, dan kemudian menjadi baik.

Cerita Inspirasi 2

cerita ini dari sahabatku sendiri yang semoga dapat menginspirasi kalian semua

PELANGI

Pelangi. Orang-orang yang memandangnya pasti akan merasa bahagia. Tetapi, berbeda denganku. Ketika aku melihat pelangi,aku pasti akan sedih. Karena aku menjadi teringat dia. Cowok yang pernah ada dalam kehidupanku. Pelangi telah menjadi kenangan tersendiri untukku.

Ren,,” terdengar ada seseorang memanggilku. Suara itu sudah tak asing bagiku. Kubalik,dan melihat wajah itu. Wajah yang memberikanku semangat baru, harapan baru pula.

Apa Ken?” aku berbalik dan bertanya,ketika Kenny sudah ada disampingku.

Ih,,Loe tuh jahat banget,, Ninggalin gue,,” runtuknya padaku.

Abis Loe lama banget sih di kamar mandi. Jadi,gue tinggal aja. Lagian kamu kan udah gede.. Nggak mungkin ilangkan??” wabku seenak jidat.

Dasar loe tuh nyebelin,,Eh,jadi nggak nih kita ke mal?” ia melangkah keluar gedung sekolah, sambil mengajak aku mengobrol.

Iya,jadi. Sekalian gue mau cari kado buat ultah Vina,malam minggu besok.” Aku menjawab sambil tetap melangkah. Nggak mau kalah,dia ikuti langkahku. Kalau gini,mirip deh kami berdua kaya pasukan pengibar bendera yang tiap hari senin,melaksanakan tugasnya.

Ketika kami sampai di depan sekolah, si Kenny tiba-tiba mengendap-endap kaya maling jemuran. Aku bingung. Jangan-jangan nih anak lagi kumat stresnya. Karena aku penasaran,aku ikuti aja Kenny mengendap ke tempat parkiran.

Uffh..Untung dia nggak ada..” ucap Kenny setelah sampai di parkiran.

Dia spa Ken?” tanyaku bingung. Belum sempet rasa penasaranku ilang, tiba-tiba ada cewek dating. Dia adalah Lisa,anak kelas XII IPS 2. Muka Kenny jadi berubah. Bukan berubah jadi monster buat nakutin Lisa. Bukan.

Aku baru liat wajah Kenny jadi berubah pucet gitu. Kaya pasien yang baru divonis lumpuh seumur idup,oleh dokter.

Ken, loe mau pulang ya? Mau nganterin aku pulang kan?”.tanya Lisa manja. Aku diem. Kenny sibuk melepaskan diri dari rangkulan Lisa. Kalo aku jadi Kenny,udah aku tabok dia ampe pingsan.

Sorry,Lis. Gue nggak isa. Gue ada janji sama Rena mau cari kado. Sorry ya Lis..”jawab Kenny sambil menggandengku. Lisa terlihat cemburu banget. Tapi, emang pantes deh,dia dapetin itu. Hahahaha..



Diperjalanan,aku menyakan soal Lisa sama Kenny.

Woi,Ken.. kayanya Lisa naksir kamu tuh.. Buktinya dia kaya cemburu gitu,tahu kita mau pergi bareng.”kataku agak keras. Nggak mau kalah sama suara berisik kendaraan di jalan. Kenny diam. Nggak komentar. ‘ Nih orang,budek apa sengaja nggak jawab?’ tanyaku dalam hati. Akhirnya aku diem aja,karena aku dicuekin oleh Kenny.

Gue nggak suka Lisa. Aku suka cewek laen..” tiba-tiba dia bicara dengan suara pelan. Aku Cuma diem,dengerin di ngomong. Bukan aku tuli. cuma, aku bingung siapa sih cewek yang disukai Kenny?. Kok aku nggak tahu ya?.



Setelah cari kado di mal, Kenny mengantarkan aku pulang. Tapi, tiba-tiba hujan turun dengan lebat. Kenny mengambil inisiatif untuk berteduh di bawah pohon besar,dekat danau. Sambil nunggu ujan reda, kami mengobrol.

Eh, Ken ngomong-ngomong cewek yang loe sukai itu anak mana sih? Gue kenal nggak?” tanyaku ingin tahu. Kenny lagi-lagi diam. Dia Cuma tersenyum. Nih anak salah minum obat kali ya?. Kok jadi aneh gini?. Tapi liat senyumnya.. manis banget. Ketika aku memperhatikan wajahnya, Kenny malah mandang ke arah danau.

Dia anak SMA Nusantara. Loe kenal dia. Deket malah.” Ucap Kenny padaku. Aku kenal? Anak sekolahku? Sapa?. Saat aku mau Tanya soal cewek itu, Kenny berdiri dan mengajakku kedanau.

Ren,ujan udah reda. Ke danau yuk. Bentar lagi ada pelangi.” Ajaknya sambil menggandeng tanganku. Ada keanehan. Saat tanganku dan tangan Kenny bersentuhan. Sesuatu yang lain. Aku nggak tahu apa itu.

Ren, tahu nggak sih,asal mula pelangi?” tanyanya padaku. Nih anak minta aku gamparin bola-balik apa ya?. Aku kan anak ips. Nggak tahu kaya gituan.

Nggak tahu Ken..”jawabku singkat.

Pelangi tuh sebenarnya jembatan para bidadari buat turun ke bumi”. lanjutnya. Dia diem. Aku ngakak ampe mules.

Hahahaha.. loe kaya anak kecil ya, percaya ama yang begituan. Hahaha”. Aku nggak percaya cowok se-cool Kenny,yang biasa dikejar-kejar cewek, percaya cerita gitu.

Gue percaya kok. Mau tahu nggak, impian gue?” tanyanya padaku. Aku Cuma menggeleng, tanda klo aku nggak tahu. Lalu Kenny berkata lagi,sambil memandang pelangi yang terlihat di danau. Pelangi itu begitu indah, membuatku kagum atas ciptaan-Nya tersebut.

Waktu kecil,gue seneng banget kalo ujan. Karna,setelah ujan pasti bakal ada pelangi. Gue pernah punya mimpi,gue bakal nunngu bidadari yang ditakdirkan Tuhan buat gue. Terus kita berdua berdansa di bawah pelangi. Mungkin, buat loe ini cerita anak-anak yang nggak masuk akal. Tapi, buat gue ini impian”. Ucapnya, lalu memandang aku. Aku nggak tahu maksud pandangannya. Yang pasti, pandangan itu membuat aku merasakan getaran di hati.

Tiba-tiba dia berkata,”Ren, mau nggak kamu jadi bidadari gue? Dan dansa ama gue dibah pelangi”.katanya sambil menggenggam tanganku. Bingung, mau jawab apa.

Ken, bisa kasih gue waktu? Aku nggak isa jawab sekarang”. Jawabku akhirnya.

Iya, gue tahu.. gue pasti bakal nunggu jawban loe ampe kapanpun. Sampai loe siap”. Jawab Kenny tenang. Lalu mengantarkanku pulang.



Sampai dirumah, aku langsung masuk kamar. Aku renungi kata-kata Kenny tadi. Apa dia benar-benar saying aku?. Apa Cuma bercanda?. Tapi,kenapa aku deg-degan waktu dia pegang tanganku?. Apa aku suka dia?. Masa sih?.

Pertanyaan yang nggak habis di otakku. Tapi,aku pikir, emang kayanya aku sayang dia. Akhirnya aku putuskan buat ngasih tahu dia besok. Aku tidur dengan mimpi indah plus berwarna. Bukan item-putih.



Keesokan harinya,aku cari si Kenny, eh malah nggak ada. ‘Apa dia sakit ya?’. Tanyaku dalam hati. ‘Kok perasaan aku nggak enak ya?. Pelajaran demi pelajaran udah terlewati, semakin aku penasaran aku jadinya. Waktu istirahat aku ke kelas Kenny. Tanya keberadaan makhluk itu kepada temen sejenisnya. Teman-teman nggak ada yang tahu. Sampai akhirnya,aku ketemu Tian,sahabat Kenny di kelas.

Ren,Kenny kecelakaan semalem. Sekarang dia ada di UGD.”kata Tian padaku.

Yang bener loe Yan?” kataku panik. Aku langsung berlari meninggalkan sekolah menuju rumah sakit.

Akhirnya,aku sampai di depan ruang UGD,tempat Kenny dirawat. Tak terasa butiran-butiran bening berjatuhan dan membasahi pipiku. Aku nggak tega ngeliat Kenny terbaring lemah di atas tempat tidur. Kumasuki ruangan itu,dengan langkah gontai. Putih. Semua yang ada di ruangan itu serba putih. Perasaan jadi nggak enak,saat memasuku ruangan itu.



Semalaman aku menjaga Kenny yang sedang dirawat. Kulihat wajahnya. Itu mengingatkanku saat dia memintaku menjadi bidadarinya. Aku lalu tersenyum.

Tiba-tiba jemari Kenny bergerak. Kenny udah siuman. Aku seneng banget. Tapi, kenapa perasaan bilang, itu cuma sebentar.

Ken, loe nggak apa-apa kan sayang?” tanyaku,ketika dia sadar. Sayang?. Kok aku jadi manggil dia sayang?.

Gue nggak apa-apa kok. Loe nggak usah khawatir gitu.” Jawabnya sambil tersenyum. Aku tahu, pasti ia masih merasakan kesakitan,tapi ia paksakan tersenyum,agar membuatku tidak khawatir.

Ren, loe jagain gue semalaman ya?” Kenny berkata lagi. Aku tak menjawab. Tetapi hanya mengangguk. Kubiarkan dia melihatku. Karna, aku rindu tatapan matanya,yang membuatku hatiku damai banget.

Ren, kalogue nggak ada,loe liat aja pelangi. Karena gue akan selalu ada di sisimu dan member warna-warna indah,dalam hidupmu kaya pelangi yang kita liat waktu itu di danau.” Kenny berkata sambil menatap wajahku.

Gue nggak mau loe nggomong gitu lagi! Gue nggak suka. Le pasti masih ada buat gue. Kita isa liat pelangi bareng di danau.”kataku sambil mencoba buat nggak nangis. Aku menunggui Kenny semalaman,lalu keesokan harinya aku pulang.

Bangun tidur aku mendapat kabar bahwa Kenny meninggal. Aku menangis sedih. Dia ninggalin aku buat selama-lamanya. Sekarang aku sendiri. Aku bingung.



Disini aku sekarang. Diatas makam yang masih baru. Gundukan tanah itu masih basah,karena hujan. Aku berjongkok disamping pusara itu. Aku liat pelangi. Pelangi itu keliatan indah banget.

Ken, loe liatkan pelangi itu indah banget kan? Aku yakin kamu juga suka. Aku tahu,kamu masih ada.. dihatiku. Loe juga akan jag ague dari atas sana. Gue nggak akan ngelupain loe. Pelangi akan ngingetin gue sama loe.” Aku berbicara sendiri sendiri pada pusara itu. ‘Aku udah ikhlas ngelepas kamu. Semoga kamu tenang disana.’ kataku dalam hati. Aku ngeliat ke langit. Pelangi. Lalu aku tersenyum.

Gue akan selalu ngingat loe.” Kataku sambil meninggalkan pusara itu.

